Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


Brazing adalah proses penyambungan logam yang serbaguna. Ia menciptakan ikatan metalurgi yang kuat. Proses ini menggunakan logam pengisi (filler metal). Logam pengisi memiliki titik leleh di atas . Titik lelehnya harus lebih rendah dari logam induk (base metal). Logam induk sama sekali tidak ikut meleleh dalam proses ini. Logam pengisi mengalir ke celah sambungan. Hal ini terjadi karena fenomena kapilaritas saat dipanaskan.
Brazing sangat diandalkan dalam industri otomotif, HVAC (pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), dan perhiasan. Ia menghasilkan sambungan yang bersih dan tahan getaran. Proses ini ideal untuk menyambung logam yang berbeda jenis. Bagi para profesional, baik teknisi las, spesialis fabrikasi, insinyur mekanik, atau pelaku industri, menguasai teknik brazing adalah prasyarat untuk menciptakan sambungan yang presisi, mempertahankan integritas material, dan meningkatkan kualitas produk akhir. Mari kita telaah tiga faktor utama yang harus dikontrol dalam proses brazing.
Kualitas sambungan brazing sangat ditentukan oleh kontrol yang ketat terhadap beberapa variabel. Proses ini harus disiapkan dengan sangat teliti. Tiga faktor berikut adalah kunci untuk memastikan logam pengisi mengalir dengan sempurna dan menghasilkan ikatan yang kuat.
Penyiapan Permukaan Logam Induk (Joint Preparation): Kebersihan adalah hal yang paling penting dalam proses brazing. Kontaminan sekecil apa pun dapat menghambat kapilaritas. Permukaan harus bebas dari minyak, karat, dan oksida.
Pembersihan Mekanik: Gunakan sikat kawat, amplas, atau gerinda halus. Bersihkan permukaan yang akan disambung untuk menghilangkan oksida.
Pembersihan Kimia: Gunakan pelarut yang tepat. Pelarut ini menghilangkan minyak atau gemuk dari permukaan.
Celah Sambungan: Celah antara dua logam harus sangat sempit. Biasanya antara 0,025 mm hingga 0,125 mm. Celah ini mendukung aksi kapiler.
Pemilihan Logam Pengisi (Filler Metal) dan Flux yang Tepat: Filler metal adalah material yang membentuk sambungan. Flux adalah zat kimia yang melindungi permukaan logam dari oksidasi. Pemilihan keduanya harus disesuaikan dengan logam induk.
Fungsi Flux: Flux membersihkan sisa oksida yang terbentuk saat pemanasan. Ini memungkinkan filler metal mengalir dengan lancar.
Jenis Filler Metal: Pilih filler metal berbasis tembaga, perak, atau kuningan. Pemilihan ini bergantung pada logam induk dan kekuatan yang diinginkan.
Tanpa Flux: Beberapa filler metal berbasis perak tertentu dapat digunakan tanpa flux. Ini umumnya berlaku jika suasananya dikontrol (furnace brazing).
Pengendalian Suhu Pemanasan dan Waktu Pemanasan: Suhu yang tepat harus dicapai untuk melelehkan filler metal. Namun, suhu ini tidak boleh terlalu tinggi. Suhu berlebihan akan merusak logam induk. Kontrol waktu pemanasan juga sangat penting.
Suhu Kerja: Panaskan kedua logam induk secara merata. Pastikan suhu di area sambungan mencapai suhu leleh filler metal.
Metode Pemanasan: Gunakan obor gas (torch), furnace, atau induksi. Pemilihan metode ini bergantung pada volume produksi dan jenis material.
Teknik Torch Brazing: Posisikan ujung api obor bergerak konstan. Ini bertujuan mencegah pemanasan berlebihan (overheating) di satu titik.
Salah satu keunggulan brazing adalah fleksibilitas material. Ia dapat menyambung tembaga ke baja atau keramik ke logam. Sambungan yang dihasilkan memiliki tegangan sisa yang rendah. Oleh karena itu, brazing sering dipilih untuk aplikasi yang sensitif terhadap panas.
Menguasai teknik penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Joint Cleaning and Flux Application for Brazing sangatlah esensial. Skill ini diperlukan untuk menghasilkan sambungan yang kuat dan bebas cacat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang teknik brazing, metalurgi penyambungan, dan kontrol kualitas sambungan logam yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).