PERAN KRITIS PROFESI RIGGER DALAM OPERASI PENGANGKATAN

PERAN KRITIS PROFESI RIGGER DALAM OPERASI PENGANGKATAN

PERAN KRITIS PROFESI RIGGER DALAM OPERASI PENGANGKATAN

PERAN KRITIS PROFESI RIGGER DALAM OPERASI PENGANGKATAN

Di berbagai sektor industri berat, seperti konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, hingga galangan kapal, kegiatan pemindahan atau pengangkatan material dan komponen berat adalah rutinitas yang melibatkan risiko tinggi. Operasi ini tidak hanya membutuhkan alat angkat (crane atau hoist) yang kuat, tetapi juga tim yang ahli dalam mempersiapkan, mengikat, dan mengarahkan beban. Individu yang memegang peran sentral dalam operasi ini adalah Rigger. Rigger adalah profesional yang bertanggung jawab penuh atas pemilihan alat bantu angkat, perhitungan beban, dan teknik pengikatan yang tepat, memastikan setiap proses lifting berjalan aman dan terkontrol.

Bagi kita, baik sebagai manajer proyek, supervisor K3, atau individu yang berkarir di lingkungan industri, memahami peran dan kompetensi seorang Rigger adalah prasyarat mutlak untuk memitigasi kecelakaan, mencegah kerusakan aset mahal, dan menjamin efisiensi pekerjaan di lokasi proyek. Kecelakaan yang terjadi selama operasi pengangkatan seringkali fatal dan mahal. Mari kita telaah tiga kompetensi utama yang harus dikuasai oleh setiap Rigger bersertifikat.

Tiga Kompetensi Utama yang Harus Dikuasai oleh Rigger

Keberhasilan operasi pengangkatan sangat bergantung pada pengetahuan teknis, kemampuan perhitungan, dan kedisiplinan Rigger. Tiga kompetensi utama berikut adalah fondasi yang wajib dikuasai untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasi.

  1. Kompetensi Perhitungan Beban dan Stabilitas (Load Calculation and Stability Competency): Kesalahan dalam memperkirakan berat beban atau pusat gravitasi adalah penyebab utama kegagalan lifting. Rigger harus mampu melakukan perhitungan yang cepat dan akurat. Kompetensi ini meliputi:
    • Perhitungan Berat Beban (Weight Estimation): Menghitung berat total beban yang akan diangkat, termasuk berat sling, shackle, dan alat bantu lainnya.
    • Penentuan Pusat Gravitasi (Center of Gravity/CoG): Mengidentifikasi secara akurat letak CoG beban. Hal ini krusial karena titik ikat (rigging point) harus berada di atas CoG untuk mencegah beban berputar atau miring saat diangkat.
    • Analisis Sudut Sling: Menghitung tegangan pada sling (sling tension), yang dipengaruhi oleh sudut ikatan. Sudut yang terlalu lebar akan meningkatkan tegangan secara drastis pada sling, yang dapat menyebabkan kegagalan.
  2. Kompetensi Pemilihan dan Inspeksi Alat Bantu Angkat (Selection and Inspection of Lifting Gear Competency): Keamanan dimulai dari pemilihan dan pemeriksaan peralatan yang digunakan. Rigger bertanggung jawab memastikan semua alat bantu angkat dalam kondisi prima. Kompetensi ini meliputi:
    • Pemilihan Alat Bantu: Memilih jenis sling (rantai, kawat baja, webbing), shackle, dan hook yang tepat, dengan mempertimbangkan Working Load Limit (WLL) alat tersebut dan sifat beban yang diangkat.
    • Prosedur Inspeksi Pra-Penggunaan: Melakukan pemeriksaan visual mendalam (pre-use inspection) pada semua peralatan rigging untuk mendeteksi kerusakan seperti retakan pada shackle, karat berlebihan pada sling kawat, atau kerusakan serat pada webbing sling.
    • Penandaan K3: Memastikan semua alat bantu memiliki penanda WLL yang jelas dan tidak kedaluwarsa, sesuai dengan standar K3 dan regulasi yang berlaku.
  3. Kompetensi Prosedur K3 dan Komunikasi Operasional (HSE Procedures and Operational Communication Competency): Rigger adalah bagian tak terpisahkan dari tim lifting, sehingga kemampuan berkomunikasi dengan operator crane dan tim lainnya sangat penting. Kompetensi ini meliputi:
    • Prosedur Penguncian Area: Mengisolasi area di bawah beban (red zone) dan memastikan tidak ada personel yang tidak berkepentingan di bawah jalur angkat (line of fire).
    • Komunikasi Sinyal Tangan Standar: Menguasai dan menggunakan sinyal tangan standar internasional (atau yang disepakati di lokasi) untuk mengarahkan operator crane secara jelas, terutama di lingkungan bising atau jarak pandang terbatas.
    • Penyusunan Rencana Angkat (Lifting Plan): Ikut serta dalam penyusunan Rencana Angkat, yang mencakup identifikasi risiko, metode rigging, dan urutan langkah-langkah pelaksanaan untuk setiap operasi angkat berat.

Rigger: Pilar Keselamatan di Lokasi Kerja Berisiko

Profesi Rigger menuntut tanggung jawab yang besar, menggabungkan keterampilan teknis, pengetahuan fisik terapan, dan disiplin K3 yang ketat. Dengan menjamin bahwa setiap proses pengikatan dan pengangkatan dilakukan berdasarkan perhitungan yang akurat dan prosedur yang aman, Rigger secara langsung berkontribusi pada efisiensi operasional tanpa mengorbankan keselamatan.

Kembangkan Keahlian Rigging dan Keselamatan Angkat Anda

Menguasai teknik analisis Center of Gravity (CoG) pada beban tidak simetris, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) inspeksi alat bantu angkat yang komprehensif, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah mengatasi load swing (ayunan beban) saat pengangkatan membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika kita ingin mendalami cara meningkatkan strategi komunikasi dengan operator crane, menguasai skill perhitungan tegangan sling untuk berbagai konfigurasi ikatan, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan operasi lifting dan manajemen risiko K3, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemahaman soal keterampilan rigger, perhitungan beban, dan kepatuhan K3 operasi angkat yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *