MEMAHAMI KODE BERBAHAYA MARITIM ATAU IMDG CODE

MEMAHAMI KODE BERBAHAYA MARITIM ATAU IMDG CODE

MEMAHAMI KODE BERBAHAYA MARITIM ATAU IMDG CODE

MEMAHAMI KODE BERBAHAYA MARITIM ATAU IMDG CODE

Perdagangan global sangat bergantung pada transportasi laut, dan di dalamnya, jutaan ton kargo berbahaya diangkut setiap tahun. Kargo berbahaya (Dangerous Goods/DG) ini, yang mencakup bahan kimia, cairan mudah terbakar, hingga bahan radioaktif, menimbulkan risiko signifikan terhadap kapal, kru, lingkungan laut, dan fasilitas pelabuhan jika tidak ditangani dengan benar. Untuk mengelola risiko ini secara internasional, Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) telah menetapkan International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code.

Bagi kita, baik sebagai eksportir, freight forwarder, staf pelabuhan, atau operator kapal, menguasai dan mematuhi IMDG Code adalah kewajiban hukum global dan prasyarat operasional untuk memastikan keselamatan dan mencegah bencana lingkungan di lautan. IMDG Code adalah bahasa universal untuk penanganan kargo berbahaya.

Mari kita telaah tiga pilar utama yang membentuk kerangka kerja IMDG Code dalam menjamin keselamatan kargo berbahaya.

Tiga Pilar Utama Kerangka Kerja IMDG Code

IMDG Code menyediakan panduan komprehensif yang mengatur seluruh siklus penanganan kargo berbahaya, mulai dari produksi hingga pengiriman. Tiga pilar utama berikut merupakan fondasi kepatuhan yang harus dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok maritim.

  1. Pilar Klasifikasi dan Identifikasi (Classification and Identification Pillar): Langkah pertama dan paling kritis adalah menentukan secara akurat jenis bahaya yang dimiliki suatu zat. IMDG Code membagi kargo berbahaya menjadi sembilan kelas utama untuk tujuan penanganan, pengemasan, dan pemisahan. Pilar ini meliputi:
    • Sembilan Kelas Bahaya (Nine Classes of Dangerous Goods): Setiap zat berbahaya harus diklasifikasikan ke dalam salah satu dari sembilan kelas, seperti Kelas 3 (Cairan Mudah Terbakar) atau Kelas 6 (Zat Beracun).
    • Nomor UN (UN Number): Setiap zat yang terdaftar memiliki nomor unik empat digit (Nomor UN) dan Nama Pengiriman yang Benar (Proper Shipping Name/PSN).
    • Tujuan Klasifikasi: Nomor UN dan kelas bahaya ini menjadi kunci untuk menemukan semua persyaratan spesifik (pengemasan, pelabelan, pemisahan) dalam Code.
  2. Pilar Pengemasan, Penandaan, dan Pelabelan (Packaging, Marking, and Labelling Pillar): Setelah zat diklasifikasikan, Code mengatur bagaimana zat tersebut harus ditempatkan dalam wadah yang sesuai dan bagaimana wadah tersebut harus diidentifikasi secara jelas. Pilar ini meliputi:
    • Persyaratan Pengemasan: Menetapkan standar material dan desain wadah (packaging) yang sesuai dengan tingkat bahaya zat, sering kali diuji dan ditandai dengan kode UN Mark.
    • Pelabelan Bahaya: Setiap paket atau unit angkutan kargo (CTU/Cargo Transport Unit) harus memiliki label bahaya berbentuk berlian (diamond shaped placard) yang sesuai dengan kelas bahaya zat yang diangkut.
    • Penandaan Wajib: Selain label bahaya, paket harus ditandai dengan PSN, Nomor UN, dan nama/alamat shipper atau consignee untuk memastikan identifikasi yang jelas.
  3. Pilar Pemuatan, Pemisahan, dan Penempatan Dokumen (Loading, Segregation, and Documentation Pillar): Pilar ini mengatur bagaimana kargo berbahaya dikelola saat berada di pelabuhan dan di atas kapal untuk mencegah reaksi berbahaya di laut. Pilar ini meliputi:
    • Aturan Pemisahan (Segregation Rules): Menetapkan persyaratan jarak minimum antara kargo berbahaya yang tidak kompatibel (misalnya, bahan peledak tidak boleh diletakkan di dekat bahan yang mudah terbakar) saat dimuat dalam satu CTU atau di dalam palka kapal.
    • Stipulasi Pengemasan Muatan Kapal (Stowage Requirements): Menentukan di mana kargo harus ditempatkan di atas kapal (misalnya, kargo yang menghasilkan uap beracun mungkin harus dimuat di dek terbuka).
    • Dokumen Wajib: Memastikan shipper menyediakan Dangerous Goods Declaration (DGD) yang akurat dan lengkap, yang merupakan dokumen paling penting untuk menginformasikan kapten kapal mengenai bahaya yang dibawanya.

IMDG Code: Menjaga Lautan dan Rantai Pasok

Kepatuhan terhadap IMDG Code adalah tugas berkelanjutan yang membutuhkan kesadaran, pengetahuan, dan pembaruan rutin mengingat Code ini diperbarui setiap dua tahun (Amdt. 40-20, Amdt. 41-22, dsb.). Dengan memastikan setiap paket diklasifikasikan, dikemas, dilabeli, dan dimuat dengan benar, kita bersama-sama melindungi keselamatan nyawa di laut dan menjaga lingkungan dari potensi bencana.

Kembangkan Kompetensi Kargo Berbahaya Maritim Anda

Menguasai teknik klasifikasi yang tepat untuk zat multi-bahaya (multiple hazards), memahami cara efektif menyusun Dangerous Goods Declaration (DGD) yang sesuai dengan Amandemen terbaru, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah segregation yang tidak kompatibel dalam satu kontainer membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi container packing yang aman, menguasai skill interpretasi Tabel Pemisahan (Segregation Table) IMDG Code, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan logistik, forwarding, dan kepatuhan regulasi kargo berbahaya, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang IMDG Code, Manajemen Kargo Berbahaya, dan Kepatuhan Regulasi Maritim yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *