TEKNIK TERMINATION DAN JOINTING KABEL TEGANGAN TINGGI 20 KV

TEKNIK TERMINATION DAN JOINTING KABEL TEGANGAN TINGGI 20 KV

TEKNIK TERMINATION DAN JOINTING KABEL TEGANGAN TINGGI 20 KV

TEKNIK TERMINATION DAN JOINTING KABEL TEGANGAN TINGGI 20 KV

Dalam sistem distribusi tenaga listrik, kabel tegangan tinggi (High Voltage/HV), khususnya pada kelas (kilovolt), adalah tulang punggung yang mengalirkan daya dari gardu induk ke konsumen besar. Namun, integritas dan keandalan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas kabel itu sendiri, melainkan juga oleh kualitas titik sambungan dan pengakhirannya. Proses Termination (Pengakhiran) dan Jointing (Penyambungan) kabel HV adalah pekerjaan teknik yang sangat presisi, vital untuk mencegah kegagalan isolasi yang dapat menyebabkan flashover atau ledakan.

Bagi kita, baik sebagai teknisi listrik, insinyur proyek, maupun manajer pemeliharaan di sektor energi, menguasai prosedur yang benar dalam termination dan jointing kabel adalah keharusan untuk menjamin keandalan suplai daya, keselamatan pekerja, dan umur panjang sistem kelistrikan. Titik sambungan yang buruk adalah penyebab umum kegagalan sistem HV. Kita harus memahami bagaimana proses ini mengendalikan medan listrik. Mari kita telaah tiga prinsip utama yang harus dipenuhi dalam proses pengakhiran dan penyambungan kabel HV.

Tiga Prinsip Utama Keandalan Termination dan Jointing Kabel HV 20 kV

Proses termination dan jointing kabel tegangan tinggi bukan sekadar menyambung konduktor, tetapi tentang pengelolaan stres medan listrik di antara konduktor dan ground. Tiga prinsip utama berikut menentukan apakah sambungan akan bertahan lama atau gagal dalam waktu singkat.

  1. Prinsip Pengendalian Stres Medan Listrik (Electric Field Stress Control Principle): Pada kabel HV, isolasi kabel memiliki perisai semi-konduktor yang harus dihilangkan pada titik pengakhiran. Penghilangan ini menciptakan tegangan listrik yang sangat tinggi (stress cone) yang dapat menyebabkan partial discharge dan kegagalan. Prinsip ini meliputi:

    • Pembentukan Stress Cone: Menggunakan material khusus (seperti tabung stress control dalam kit termination berteknologi heat shrink atau cold shrink) untuk mengendalikan distribusi tegangan.

    • Menghaluskan Permukaan Isolasi: Mengupas insulation screen dan isolasi utama kabel dengan sangat presisi, memastikan permukaan isolasi yang tersisa sangat halus, tanpa goresan atau sudut tajam yang dapat memicu konsentrasi medan listrik. Tujuan Stress Control sendiri adalah mendistribusikan garis gaya listrik secara merata di sepanjang permukaan isolasi yang terpapar untuk menghindari titik panas bertegangan tinggi yang dapat menembus isolasi.

  2. Prinsip Kualitas Penyambungan Konduktor dan Sealing (Conductor Jointing Quality and Sealing Principle): Sambungan konduktor harus memiliki resistansi serendah mungkin, sementara sambungan secara keseluruhan harus terlindungi sempurna dari lingkungan luar. Prinsip ini meliputi:

    • Penyambungan Konduktor yang Kuat: Menggunakan konektor (lug atau joint) dan teknik crimping (press) yang tepat sesuai standar pabrikan untuk memastikan kontak listrik yang optimal. Sambungan yang longgar dapat menyebabkan pemanasan berlebih (overheating) yang merusak isolasi.

    • Pemulihan Isolasi dan Sealing: Setelah konduktor tersambung, integritas isolasi primer harus dipulihkan menggunakan material jointing (misalnya epoxy resin atau kit jointing khusus).

    • Proteksi Lingkungan (Moisture and Contaminant Sealing): Memastikan sambungan tertutup rapat (sealing) dari kelembapan, debu, dan kontaminan lain. Material heat shrink atau cold shrink yang digunakan harus mampu memberikan segel yang kedap air.

  3. Prinsip Keahlian Teknis dan Kepatuhan Prosedur (Technical Expertise and Procedure Compliance Principle): Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada keahlian operator dan kepatuhan absolut terhadap instruksi pabrikan kit termination/jointing. Prinsip ini meliputi:

    • Penggunaan Kit yang Tepat: Selalu menggunakan kit termination atau jointing yang secara spesifik dirancang dan disertifikasi untuk tipe, bahan isolasi (XLPE, EPR), dan tegangan operasi () kabel yang digunakan.

    • Penerapan Prosedur yang Presisi: Mengikuti setiap langkah instruksi pabrikan, terutama yang berkaitan dengan dimensi kupasan kabel. Penyimpangan kecil saja dalam panjang kupasan dapat membahayakan stress control.

    • Lingkungan Kerja yang Bersih: Melakukan pekerjaan di lingkungan yang bersih, bebas debu, dan kering. Kontaminan pada permukaan isolasi dapat memicu tracking dan flashover.

Kabel HV 20 kV: Mutu Sambungan Menentukan Kinerja

Integritas termination dan jointing kabel adalah penentu utama kinerja jaringan distribusi listrik. Dengan memprioritaskan pengendalian medan listrik, memastikan kualitas sambungan yang andal, dan hanya mempercayakan pekerjaan pada teknisi yang terlatih dan bersertifikasi, kita dapat meminimalkan risiko kegagalan, yang pada akhirnya menghemat biaya pemeliharaan dan menjaga kontinuitas suplai daya.

Kembangkan Kompetensi Kelistrikan Tegangan Tinggi Anda

Menguasai teknik stripping dan crimping konduktor sesuai standar IEC/ANSI, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk cold shrink jointing di lapangan, serta mengembangkan skill troubleshooting insiden yang melibatkan masalah partial discharge yang terdeteksi pada sambungan kabel membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi inspeksi visual pasca-instalasi termination, menguasai skill interpretasi data pengujian tegangan tinggi (Hi-Pot Test), atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan instalasi dan pemeliharaan aset HV, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemahaman soal instalasi dan pemeliharaan kabel tegangan tinggi, teknik jointing dan termination , dan electrical safety yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *