Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


Produk pertanian organik memiliki nilai jual yang tinggi. Nilai ini berasal dari proses budidaya yang alami dan bebas kimia. Namun, nilai premium ini harus dijaga hingga sampai ke tangan konsumen. Manajemen Pasca Panen yang tepat menjadi sangat krusial. Proses ini memastikan kualitas, kesegaran, dan sertifikasi organik tetap terjaga. Kesalahan kecil dapat menurunkan kualitas produk secara signifikan.
Penanganan pasca panen yang higienis adalah kunci untuk meminimalkan food loss dan mempertahankan label organik. Produk organik, tanpa pengawet, lebih rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, kita harus menguasai teknik penanganan yang cepat dan bersih. Bagi para profesional, baik petani organik, pengusaha agribisnis, manajer gudang, atau konsumen yang peduli, memahami prosedur pasca panen organik adalah prasyarat untuk memperpanjang masa simpan, mematuhi standar sertifikasi, dan meningkatkan profitabilitas usaha. Mari kita telaah tiga tahap penting dalam prosedur pasca panen hasil pertanian organik.
Proses pasca panen harus dilakukan segera setelah panen. Proses ini harus meminimalkan kerusakan fisik dan biologis. Tiga tahap berikut merupakan prosedur standar untuk menjaga kualitas dan integritas produk organik.
Tahap Penanganan Awal (Cleaning and Sorting): Tahap ini harus dilakukan di tempat yang bersih dan teduh. Tujuannya adalah menghilangkan kotoran dan mendinginkan produk dengan cepat. Ini sangat penting untuk memperlambat laju respirasi.
Pembersihan: Angkat kotoran, tanah, dan sisa-sisa tanaman dengan hati-hati. Hindari penggunaan air yang terkontaminasi atau bahan kimia.
Penyortiran (Grading): Pisahkan produk berdasarkan mutu, ukuran, dan tingkat kerusakan. Produk yang cacat harus dipisahkan untuk pengolahan lebih lanjut.
Penyembuhan Luka: Untuk umbi atau buah tertentu, lakukan penyembuhan luka (curing) sejenak. Ini mengurangi risiko infeksi jamur.
Tahap Pengemasan dan Pelabelan Organik: Pengemasan harus melindungi produk dari kerusakan fisik selama distribusi. Bahan kemasan harus aman dan, jika memungkinkan, ramah lingkungan. Pelabelan harus jelas dan sesuai sertifikasi.
Material Kemasan: Pilih material yang memberikan ventilasi yang cukup. Bahan kemasan juga harus menjaga kelembaban yang optimal.
Pelabelan Wajib: Lampirkan label organik yang valid dan nomor sertifikasi. Informasi tanggal panen dan kadaluarsa juga harus dicantumkan.
Desain Kemasan: Desain harus menarik dan mencerminkan nilai alami produk. Ini penting untuk meningkatkan daya jual di pasar premium.
Tahap Penyimpanan dan Distribusi Rantai Dingin (Cold Chain): Produk organik mudah rusak tanpa bahan pengawet. Manajemen suhu dan kelembaban menjadi kunci utama. Penyimpanan harus dilakukan di suhu yang tepat untuk memperpanjang umur simpan.
Pendinginan Cepat (Pre-Cooling): Produk harus didinginkan segera setelah panen. Ini untuk membuang panas lapangan (field heat) yang tersisa.
Kontrol Suhu: Pastikan suhu ruang penyimpanan dan transportasi konsisten. Setiap jenis produk memiliki suhu penyimpanan ideal yang berbeda.
Manajemen Loading: Proses pemuatan ke kendaraan berpendingin harus dilakukan dengan cepat. Ini meminimalkan eksposur terhadap suhu luar yang tinggi.
Manajemen pasca panen organik menuntut standar higienitas yang ketat. Proses ini harus bebas dari kontaminasi silang. Kontaminasi dari bahan kimia konvensional harus dihindari. Oleh karena itu, setiap langkah kerja harus didokumentasikan untuk keperluan audit sertifikasi.
Menguasai teknik penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Organic Produce Sorting and Grading sangatlah esensial. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang manajemen pasca panen organik, rantai dingin, dan sertifikasi mutu pangan yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).