MENELUSURI SEJARAH TABLE MANNER

MENELUSURI SEJARAH TABLE MANNER

MENELUSURI SEJARAH TABLE MANNER

MENELUSURI SEJARAH TABLE MANNER

Etiket makan atau yang lebih dikenal dengan Table Manner seringkali dianggap sebagai serangkaian aturan kaku dan formal yang hanya berlaku di acara-acara diplomatik atau jamuan makan mewah. Padahal, table manner memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan berfungsi sebagai penanda peradaban. Aturan-aturan ini berkembang seiring perubahan budaya, teknologi, dan kelas sosial, bertransformasi dari sekadar upaya untuk menghindari kekacauan menjadi simbol status dan penghormatan.

Bagi kita, baik sebagai profesional, socialite, atau individu yang ingin meningkatkan kemampuan interpersonal, memahami sejarah table manner adalah kunci untuk mengapresiasi bahwa etiket ini bukan tentang meniru, melainkan tentang menunjukkan respek dan keterampilan sosial di meja makan. Aturan-aturan yang berlaku saat ini adalah hasil evolusi berabad-abad dari praktik kebersihan, keselamatan, dan diferensiasi kelas. Mari kita telaah tiga periode krusial dalam sejarah yang membentuk table manner modern.

Tiga Periode Kunci Pembentukan Table Manner Modern

Table manner modern yang kita kenal saat ini adalah hasil dari transformasi signifikan yang terjadi di Eropa, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Tiga periode kunci berikut menunjukkan evolusi etiket makan dari barbarisme menuju kesopanan.

  1. Periode Abad Pertengahan (Medieval Period): Transisi dari Communal ke Personal: Pada abad pertengahan (sekitar abad ke-5 hingga ke-15), etiket makan masih sangat primitif dan berfokus pada efisiensi bertahan hidup. Periode ini meliputi:
    • Praktek Berbagi Peralatan: Piring dan cangkir seringkali dibagi bersama (communal), dan daging biasanya dimakan menggunakan tangan.
    • Aturan Kebersihan Dasar: Aturan awal table manner hanya berfokus pada pencegahan penyakit. Misalnya, dilarang meludah atau membersihkan hidung dengan tangan di atas meja.
    •  Asal Usul Serbet (Napkin): Serbet di era ini awalnya adalah kain komunal besar yang digunakan untuk mengelap mulut dan jari secara bersama-sama, menunjukkan bahwa konsep kebersihan pribadi masih sangat terbatas.
  2. Periode Renaisans (Renaissance Period): Kedatangan Garpu dan Diferensiasi Kelas: Periode ini (abad ke-14 hingga ke-17) ditandai dengan kebangkitan kembali seni, budaya, dan munculnya kelas bangsawan baru yang ingin membedakan diri dari rakyat jelata. Perubahan utama dalam etiket terjadi di Italia dan menyebar ke Prancis. Periode ini meliputi:
    • Revolusi Garpu: Garpu diperkenalkan ke Eropa dari Timur Tengah melalui Italia (Venesia) pada abad ke-11, tetapi baru diterima secara luas di Prancis dan Inggris pada abad ke-17.
    • Pembentukan Set Peralatan: Adopsi garpu dan sendok secara individual secara permanen mengakhiri praktik berbagi peralatan. Hal ini menekankan kebersihan dan individualitas.
    • Etiket Prancis (Versailles Influence): Di bawah Raja Louis XIV dari Prancis, table manner di Istana Versailles menjadi sangat rumit dan formal. Hal ini digunakan sebagai alat politik untuk mengontrol bangsawan dan menunjukkan hierarki. Aturan meletakkan sendok dan garpu setelah makan mulai distandarisasi di sini.
  3. Periode Era Victoria dan Modern (Victorian and Modern Era): Standarisasi Etiket Global: Abad ke-19 (Era Victoria) membawa etiket makan ke puncak formalitas, yang kemudian dipangkas dan disederhanakan pada abad ke-20 untuk menyesuaikan dengan ritme kehidupan modern. Periode ini meliputi:
    • Aturan Meja yang Kaku: Etiket Victoria sangat menekankan formalitas. Setiap gerakan memiliki aturan, termasuk cara memegang pisau, posisi punggung, hingga aturan berpakaian.
    • American Style vs. European Style: Pada abad ke-20, muncul dua gaya utama penggunaan pisau dan garpu, yaitu gaya Eropa (Continental) di mana garpu tetap di tangan kiri, dan gaya Amerika (Zig-Zag) di mana garpu dipindah ke tangan kanan. :
    • Globalisasi Etiket: Di era modern, table manner telah disederhanakan dan diadaptasi secara global. Fokusnya bergeser dari kekakuan ritualistik menuju kenyamanan, rasa hormat, dan keterampilan membangun hubungan bisnis dan sosial.

Table Manner: Simbol Respek dan Kepercayaan Diri

Memahami sejarah table manner membantu kita melihat bahwa aturan-aturan ini diciptakan bukan untuk menghukum, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan terhormat di meja makan. Menguasai etiket ini menunjukkan bahwa kita menghargai tuan rumah, tamu, dan percakapan yang terjadi.

Kembangkan Keahlian Etiket Profesional Anda

Menguasai teknik penggunaan alat makan gaya Amerika dan Eropa yang benar, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dining etiquette untuk jamuan bisnis multikultural, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah awkward moment di meja makan membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi personal branding melalui etiket profesional, menguasai skill komunikasi non-verbal yang efektif di jamuan formal, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan sosial dan bisnis internasional, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemahaman soal etiket meja (table manner), professional social skills, dan pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *