BERENCANA JADI TIM RESCUE? ANDA HARUS TAU PRINSIP DASAR WATER RESCUE YANG EFEKTIF!

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan ribuan kilometer garis pantai, jaringan sungai yang panjang, dan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, memiliki risiko tinggi terkait insiden di perairan. Insiden yang melibatkan air—mulai dari kecelakaan di kolam renang, korban tenggelam di laut, hingga operasi penyelamatan saat banjir bandang—membutuhkan respons yang cepat, terstruktur, dan sangat terlatih. Disiplin yang bertanggung jawab atas penanganan kondisi ini adalah Water Rescue atau Penyelamatan di Air.
Bagi kita yang terlibat dalam tim Search and Rescue (SAR), relawan kemanusiaan, atau yang memiliki tanggung jawab keselamatan di area perairan, memahami Water Rescue adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa tanpa mengorbankan diri sendiri. Operasi penyelamatan di air sangat dinamis dan berisiko tinggi. Prinsip utamanya adalah keselamatan penyelamat harus selalu diprioritaskan. Dengan menguasai metodologi yang tepat, kita dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menghadapi situasi kritis. Mari kita telaah tiga tingkatan metode Water Rescue yang harus dikuasai oleh setiap tim penyelamat profesional.
Tiga Tingkatan Metode Water Rescue yang Harus Dikuasai
Operasi Water Rescue harus selalu mengikuti hierarki prioritas intervensi. Hierarki ini dirancang untuk meminimalkan risiko terhadap penyelamat dan memastikan korban dapat dijangkau dengan metode yang paling aman dan sederhana terlebih dahulu. Tiga tingkatan metode berikut mengalir dari risiko terendah ke risiko tertinggi bagi penyelamat.
- Metode Jangkauan dan Lemparan (Reach and Throw): Tingkatan ini adalah metode paling aman karena penyelamat tetap berada di tempat yang stabil, yaitu di darat atau di perahu yang aman. Prioritas ini harus selalu menjadi langkah pertama yang dicoba. Metode ini meliputi:
- Jangkauan (Reach): Menggunakan objek panjang yang kuat (misalnya, tongkat, kayu, atau dayung) untuk menjangkau korban yang berada di dekat tepi perairan. Penyelamat harus dalam posisi stabil (misalnya, berbaring) untuk menghindari ikut tertarik ke air.
- Lemparan (Throw): Melemparkan alat apung (Personal Flotation Device/PFD) yang terikat tali (throw bag atau pelampung ring) ke arah korban. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada kecepatan respons dan akurasi lemparan, memastikan alat tersebut jatuh dekat dengan korban agar mudah dijangkau.
- Penerapan: Metode ini ideal untuk kolam, tepi sungai yang tenang, atau perahu yang terbalik di dekat pantai.
- Metode Arus dan Perahu (Row and Go – Metode Transportasi): Tingkatan ini melibatkan penggunaan alat apung atau perahu untuk mendekati korban di tengah perairan. Metode ini meningkatkan risiko tetapi seringkali diperlukan ketika metode lemparan gagal. Metode ini meliputi:
- Penggunaan Alat Apung: Penyelamat memasuki air dengan alat apung yang besar dan kuat (rescue tube, paddleboard atau papan luncur). Alat ini tidak hanya membantu penyelamat tetapi juga dapat digunakan untuk menopang korban.
- Perahu dan Jet Ski: Menggunakan perahu karet, kayak, atau jet ski yang dilengkapi alat khusus untuk mencapai korban yang jauh dari tepi atau di area dengan arus yang kuat. Dalam hal ini, operator perahu harus sangat terlatih. Perahu menjadi alat yang krusial untuk mengevakuasi banyak korban, seperti dalam situasi banjir. Sebelum mendekati korban, mesin harus dimatikan atau dikendalikan dengan sangat hati-hati untuk mencegah cedera akibat baling-baling.
- Komunikasi dan Spotting: Tim di darat harus terus memantau pergerakan tim di air (spotting) dan memberikan arahan, terutama di perairan dengan visibilitas rendah atau arus yang cepat.
- Metode Berenang dan Penyelaman (Swim and Dive – Intervensi Langsung): Tingkatan ini adalah intervensi paling berisiko karena penyelamat harus memasuki air dan berinteraksi langsung dengan korban. Metode ini hanya boleh dilakukan oleh penyelamat yang terlatih dengan APD yang memadai. Metode ini meliputi:
- Teknik Berenang Penyelamatan: Penyelamat harus menguasai teknik berenang tertentu yang memungkinkan mereka membawa korban sambil menjaga posisi kepala korban di atas air (cross chest carry atau tow). Penyelamat harus selalu menggunakan PFD.
- Pengamanan Korban Aktif vs Pasif: Menilai kondisi korban. Korban yang masih sadar (aktif) dapat berpotensi membahayakan penyelamat dengan cara memeluk atau menarik mereka ke bawah (panicked victim). Teknik pengamanan dan pelepasan yang tepat harus diterapkan. : Alat Bantu Wajib: Selalu menggunakan alat apung yang dapat disisipkan antara penyelamat dan korban, bertindak sebagai penyangga dan mencegah kontak langsung saat korban panik.
- Penyelamatan di Bawah Permukaan (Diving): Dalam kasus korban tenggelam yang hilang di bawah permukaan (misalnya, di kedalaman dangkal yang keruh), operasi pencarian dan penyelamatan harus dilakukan dengan teknik penyelaman yang aman dan cepat, dengan mematuhi prosedur waktu penyelaman dan keamanan.
Water Rescue: Prioritas Utama Adalah Keselamatan Penolong
Keterampilan Water Rescue sangat vital di wilayah yang dikelilingi perairan. Dengan mengikuti hierarki intervensi dari metode teraman ke metode paling berisiko, kita memastikan bahwa operasi penyelamatan dapat berjalan secara profesional, efektif, dan yang paling penting, aman bagi semua yang terlibat.
Kembangkan Kompetensi Water Rescue Anda
Menguasai teknik throw bag yang presisi dan cepat, memahami cara efektif menangani korban panik tanpa risiko diri sendiri, serta mengembangkan skill troubleshooting insiden di air yang melibatkan arus deras membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi respons darurat di lingkungan perairan terbuka, menguasai skill navigasi dan spotting yang akurat, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan SAR dan kebencanaan hidrometeorologi, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.
Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang lingkungan yang relevan dengan kebutuhan kesiapsiagaan saat ini, silakan hubungi 082322726115 (AFHAM) atau 085335865443 (AYU).